Kupang | Timpost.id – Mimpi menempuh pendidikan tinggi yang selama ini terasa mustahil akhirnya menjadi kenyataan bagi sembilan pemuda asal Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berkat bantuan pendidikan yang diberikan Anggota DPR RI, Usman Husin, mereka kini resmi menjadi mahasiswa dan mulai menata masa depan melalui bangku kuliah.
Dua di antaranya adalah Rekardina D. Boromeo dan Inacio Da Costa Lopez atau yang akrab disapa Kevin. Keduanya mengaku berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi sehingga sempat pesimistis dapat melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah menengah.
Harapan itu berubah ketika mereka memperoleh kesempatan mengikuti program bantuan pendidikan yang seluruh biaya kuliahnya ditanggung. Kesempatan tersebut membuka jalan bagi mereka, bersama tujuh pemuda lainnya dari Desa Naunu, untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Dalam perbincangan di program Ngopi Suara Harapan, Rekardina menceritakan bahwa kuliah sebelumnya hanyalah impian yang sulit diwujudkan. Kondisi ekonomi keluarga membuat dirinya sempat berpikir harus mengubur cita-cita dan langsung bekerja setelah tamat sekolah.
Namun, bantuan yang diberikan Usman Husin mengubah arah hidupnya. Kini ia menempuh Program Studi S1 Hukum dan berhasil mencatat prestasi membanggakan dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,71 pada semester pertamanya.
“Saya ingin membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada kami tidak sia-sia. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan menyelesaikan kuliah dengan hasil terbaik,” ungkap Rekardina.
Sementara itu, Kevin memilih Program Studi S1 Akuntansi. Ia berharap ilmu yang dipelajari dapat menjadi bekal untuk membangun kampung halamannya, khususnya dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan dan pemberdayaan masyarakat.
Keduanya juga mengaku mendapat sambutan hangat dari dosen maupun rekan-rekan mahasiswa. Menurut mereka, lingkungan kampus memberikan ruang bagi setiap mahasiswa untuk berkembang tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun asal daerah.
Program bantuan pendidikan tersebut dinilai bukan sekadar membantu biaya kuliah, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi generasi muda di pelosok NTT yang memiliki semangat belajar namun terkendala faktor ekonomi.
Kisah Rekardina, Kevin, dan tujuh pemuda Desa Naunu menjadi bukti bahwa akses terhadap pendidikan dapat mengubah masa depan seseorang. Kesempatan yang diberikan membuka jalan bagi mereka untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Dengan semangat dan prestasi yang mulai mereka ukir, kesembilan mahasiswa asal Desa Naunu itu berharap dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu, kembali ke daerah asal, dan mengabdikan ilmu yang diperoleh bagi masyarakat.
Liputan mengenai perjalanan inspiratif tersebut disampaikan melalui program Ngopi Suara Harapan, yang mengangkat kisah perjuangan anak-anak muda NTT dalam meraih pendidikan tinggi di tengah berbagai keterbatasan.
Oscar Nalle












