Rote Ndao-Timpost.id — Rencana pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Rote Ndao kembali menjadi duka bagi keluarga dan masyarakat NTT. Jenazah almarhum Cheristofel Jeriyanto Giri (45) dijadwalkan tiba di Kupang pada Senin, 15 Juni 2026 pagi.
Almarhum Cheristofel Jeriyanto Giri merupakan warga Desa Oetutulu, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao. Ia bekerja sebagai PMI di Malaysia Timur selama 2 tahun. Berdasarkan informasi yang diterima, almarhum meninggal dunia akibat sakit hipertensi yang dideritanya selama bekerja di negeri jiran.
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti siapa pihak atau oknum yang merekrut almarhum untuk bekerja ke Malaysia. Kondisi ini menambah keprihatinan terkait maraknya jalur pemberangkatan PMI non-prosedural.
Jenazah almarhum akan tiba di Bandara Internasional El Tari Kupang menggunakan maskapai Citilink QG 602 pukul 06.00 WITA. Dari bandara, proses pemulangan dilanjutkan menuju kampung halaman di Rote Ndao menggunakan kapal ferry yang dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WITA pada hari yang sama. Pihak keluarga dan pemerintah Desa Oetutulu telah mendapat pemberitahuan agar dapat mempersiapkan prosesi pemakaman.
Kasus yang menimpa almarhum Cheristofel menambah panjang daftar PMI asal NTT yang meninggal di luar negeri. Hingga hari ini, sudah tercatat 75 jenazah PMI dari Malaysia yang telah dipulangkan ke daerah asalnya. Angka ini menjadi catatan serius bagi semua pihak terkait perlindungan PMI.
Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum agar pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, dan warga berkolaborasi lebih erat untuk meminimalisir pemberangkatan PMI ilegal. Edukasi, pengawasan jalur rekrutmen, serta penguatan layanan PMI prosedural menjadi kunci agar tidak ada lagi duka serupa menimpa keluarga pekerja migran NTT.
Oscar Nalle












