DaerahTerkini

52 Kelompok Tani Terima Bantuan Benih Padi, Bupati Rote Ndao Tekankan Peningkatan Produksi

213
×

52 Kelompok Tani Terima Bantuan Benih Padi, Bupati Rote Ndao Tekankan Peningkatan Produksi

Sebarkan artikel ini

ROTE NDAO | TIMPOST.ID — Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyalurkan bantuan benih padi kepada 52 kelompok tani untuk mendukung kegiatan Optimasi Lahan (OPLAH) Tahun Anggaran 2026 dengan sasaran lahan seluas 896 hektare.

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Holoama, Jumat (9/10/2026). Bantuan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan sumber daya air di Kabupaten Rote Ndao.

Bantuan benih yang disalurkan berupa benih padi varietas Ciherang sebanyak 22.400 kilogram atau 22,4 ton. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kelompok tani yang menjadi sasaran program OPLAH di delapan kecamatan dan 28 desa.

Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., menekankan agar bantuan benih yang diberikan pemerintah benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, bukan untuk dikonsumsi atau digunakan bagi keperluan lain.

Baca Juga :  Tak Mau Transportasi Semrawut, Pemkab Rote Ndao Gebrak Tata Kelola Angkutan dan Parkir Lewat Dua Raperda

Bupati berharap bantuan tersebut menjadi salah satu langkah konkret untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Karena itu, kelompok tani penerima bantuan diharapkan memanfaatkan benih sesuai peruntukannya dan melakukan penanaman berdasarkan jadwal musim tanam yang telah ditetapkan.

Sejalan dengan harapan Bupati, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao, Nixon N. Balukh, juga menyampaikan sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian kelompok tani penerima bantuan.

Melalui pesan WhatsApp yang disampaikan langsung kepada Timpost.id, Sabtu (10/10/2026), Nixon menegaskan pentingnya pemeliharaan sarana pengairan, optimalisasi lahan, pemanfaatan bantuan benih, serta kemandirian petani dalam penyediaan benih untuk musim tanam berikutnya.

Baca Juga :  Skor Sementara IKD NTT Naik Signifikan, BPBD Diminta Perkuat Bukti dan Data Lintas Sektor

Pertama, kelompok tani diharapkan tetap melakukan perawatan terhadap sarana pengairan Optimasi Lahan (OPLAH) yang telah tersedia agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Kedua, kelompok tani diharapkan mengoptimalkan potensi lahan dan ketersediaan air untuk mendukung pelaksanaan musim tanam kedua dan ketiga.

Ketiga, bantuan benih yang telah disalurkan diharapkan segera dimanfaatkan untuk kegiatan penanaman pada Musim Tanam Oktober–Desember 2026.

Keempat, petani diharapkan menyisihkan sebagian pendapatan dari hasil produksi untuk membeli benih padi bersertifikat atau berlabel secara mandiri pada musim tanam berikutnya.

Harapan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan program bantuan pertanian tidak hanya bergantung pada penyaluran sarana produksi, tetapi juga pada keseriusan petani dalam memanfaatkan bantuan, merawat fasilitas pengairan, dan meningkatkan hasil produksi.

Baca Juga :  Hadiah Grasstrack Belum Cair, Rp80 Juta Ada di DPA: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Melalui penyaluran bantuan benih padi ini, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan produksi pangan daerah sekaligus mendorong petani memanfaatkan potensi lahan pertanian secara maksimal.

Perawatan sarana pengairan dan pemanfaatan sumber daya air secara optimal menjadi faktor penting untuk mendukung keberhasilan musim tanam berikutnya. Di sisi lain, kebiasaan menyisihkan sebagian pendapatan untuk membeli benih bersertifikat atau berlabel diharapkan dapat membantu petani membangun kemandirian dalam memenuhi kebutuhan benih.

Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif kelompok tani, program OPLAH diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Kabupaten Rote Ndao.

Penulis: Oscar Nalle

Daerah

ROTE NDAO, TIMPOST.ID – Ditengah proses pembangunan Gedung…